Rabu, 14 November 2012

Kepercayaan Perekat Hubungan


"Perekat yang menyatukan suatu hubungan, termasuk hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin adalah kepercayaan, dan kepercayaan itu dibangun atas dasar integritas." -
Brian Tracy

Dear Sahabat ,
Kepercayaan adalah fondasi dari semua hubungan. Hubungan kerja, bisnis, kepemimpinan dan tentu saja cinta dibangun atas dasar kepercayaan. Tanpa itu, sebuah hubungan tak akan berjalan, sebuah organisasi pun akan kacau. Bayangkan jika Anda berada dalam sebuah lingkungan, hubungan atau organisasi tanpa kepercayaan, para pekerjanya saling curiga satu sama lain dan para atasannya berusaha mempertahankan posisinya masing-masing dengan segala cara. Organisasi seperti itu sangat rapuh dan tinggal menunggu waktu untuk hancur.

Sahabat, sebagai seorang pemimpin, Anda harus menginvestasikan banyak waktu untuk membangun kepercayaan dari bawahan atau pengikut Anda. Kepercayaan itu sebenarnya dibangun atas fondasi sederhana. Jalanilah kehidupan dengan penuh integritas dan hormati orang lain. Konsistensi dalam kata dan perbuatan. Melakukan dan menepati apa yang Anda katakan pada orang lain. Sebelum Anda mengharapkan orang lain percaya pada Anda, sebagai pemimpin Anda harus percaya dahulu pada orang lain. Delegasikan kewenangan Anda pada mereka. Mereka pun akan merasa dipercaya atas kemampuan mereka. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya butuh waktu beberapa detik untuk menghancurkannya. Belajarlah mempercayai, belajarlah untuk jadi orang yang dipercaya.

Salam hangat selalu dari sahabatmu,
Syafiq

Kejarlah Mimpimu



"Semua mimpi kita dapat terwujud, asalkan kita punya keberanian untuk mewujudkannya" - Walt Disney

Dear Sahabat,
Semua orang diciptakan istimewa oleh Tuhan dengan bakatnya masing-masing. Tapi terkadang mereka terhalang oleh pikirannya sendiri dalam mengembangkannya. Zig Ziglar, motivator dunia mengkategorikan orang-orang  yang tidak mengembangkan bakatnya ke dalam 4 golongan. Orang pertama adalah yang menyangkal dirinya memiliki bakat. "Ah, saya tidak punya bakat apa-apa" sangkalnya. Ia merasa tidak perlu berbuat sesuatu atau berkontribusi bagi orang lain atau kehidupan umat manusia. Orang kedua suka menunda-nunda. "Saya memang punya bakat. Tapi, tidak sekarang mengembangkannya. Mungkin besok, lusa atau nanti sajalah" begitu alasannya. Orang ketiga adalah yang merasa takut. "Sebetulnya saya ingin mengembangkan bakat saya. Tapi takut gagal, daripada saya ditertawakan orang, lebih baik saya diam saja, bukankah lebih aman?" itu selalu yang dikatakannya. Orang keempat tidak mau bertanggung jawab. Dia selalu berdalih bahwa orang lain atau keadaanlah yang salah. "Bagaimana saya dapat mengembangkan bakat saya kalau orang di sekitar saya dan keadaan tidak mendukung" katanya menyalahkan keadaan. Sahabat, saya yakin Anda tidak termasuk dalam keempat tipe orang tersebut. Bakat Anda terlalu sayang untuk disia-siakan, karena artinya Anda menyia-nyiakan anugrah Tuhan. Tuhan telah mendesain dan menciptakan manusia dengan keistimewaannya masing-masing. Kembangkan bakatmu, kejarlah mimpimu

Kamis, 08 November 2012

DARAHKU MENJADI MAHAR UNTUKMU

DARAHKU
MENJADI MAHAR UNTUKMU

Malam pun datang, dan lentera pun dinyalakan. Duduk sendirian seorang anak muda, belajar dengan kondisi seadanya. Dia  membuka  halaman demi halaman. Membaca setiap  kata dan pahami maknanya. Sesaat dia tersenyum melihat kedua adiknya yang tidur terlelap di keheningan malam. Di dalam hatinya tersimpan pilu yang mendalam. Kedua orang yang sangat dicintainya kini telah tiada. Beban kehidupan pun berpindah di pundaknya. Dia harus membiayai sekolah kedua adiknya yang masih duduk di bangku SD dan SMA. Beruntung dia dapat kuliah secara gratis berkat beasiswa dari pemerintah. Dalam hatinya dia begitu sedih menjalani kehidupan sesukar ini , tapi di sisi lain dia bahagia karena tetap dapat belajar walaupun harus bekerja siang malam. Dia pun percaya suatu saat nanti nasib baik akan menghampirinya. Dia yakin Tuhan senantiasa mendengar doa hamba-Nya yang sabar dan mau berusaha. Masa lalu biarlah berlalu, masa depan ku segera menghampirimu.
Malam pun semakin larut, rasa kantuk pun mulai menghampirinya. Rasa lelah mulai menggelayutinya. Seharian penuh tenaganya terkuras untuk bekerja di sana sini. Kini, mata dan fisiknya tak kuasa menemaninya. Tak terasa dia pun tertidur dengan pulasnya.
Kuku ruyukk….kuku ruyukkk…(suara ayam pun menandakan pagi telah tiba). Sang kakak pun segera membangunkan kedua adiknya dan bersiap-siap berangkat ke sekolah. Keceriaan terpancar di wajah mereka, karena hari ini adalah hari di mana malaikat turun mencata amal mereka. Jadi, tadi malam mereka sudah berniat untuk berpuasa.
Karena perjalanannya begitu jauh, mereka berangkat pagi-pagi. Perjalanan mereka lumayan jauh. Mereka harus menyeberangi sungai yang cukup dalam kemudian menaiki bukit yang terjal dan berbatu. Kadang kaki-kaki mungil sang adik terpeleset karena jalanan yang licin dan berlumpur. Rasa lelahpun tak mereka perdulikan. Semuanya diniatkan hanya untuk Thalaul ‘Ilmi. Tak berapa lama samapilah  mereka di tempat yang dituju. Setelah sang kakak mengantarkan kedua adiknya ke sekolah dia pun segera menuju ke kampus. Sesampainya di jalan raya, dia segera menaiki bus dan duduk di dekat pak supir. Sang supir memang sudah mengenalnya sejak lama, tak heran mereka begitu akrab. Selama di perjalanan mereka mengobrol cukup asyik hingga akhirnya secara tidak sengaja sang supir menabrak sebuah mobil yang melintas di depannya. Mereka  berdua begitu terkejut dan kaget bukan main. Tanpa berpikir panjang sang pemuda segera turun dan menghampiri mobil tersebut. Dia mencoba membuka pintu mobil tersebut dan segera menyelamatkan pengemudi yang berada di dalamnya.
Ternyata sang pengemudi tersebut adalah seorang wanita muslimah. Tampak darah bercucuran di kepala wanita tersebut. Segera dia membawanya ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, sang suster pun segera membawanya ke ruang ICU. Aku pun menunggunya di luar dengan perasaan cemas dan ketakutan luar biasa. Setelah menunggu cukup lama dokter pun keluar dan mengajakku berbicara. Dia menejelaskan bahwa si wanita telah kehilangan banyak darah karena benturan keras dan dia harus segera mendapatkan pendonor darah AB. Sayangnya persediaan darah tersebut telah habis. Aku pun langsung menawarkan diri untuk menjadi pendonor darah. aku langsung dibawa ke ruang pengecekan darah. Ternyata setelah diadakan pengecekan, darahku positif cocok dengannya dan kuputuskan mendonorkan darahku padanya.
Selesai pengambilan darah, aku memutuskan untuk beristirahat dan salat di Musala. Ku tundukkan diriku untuk bermunajat kepada-Nya, berharap Allah memberikan kesembuhan untuk si wanita.. Dalam hatinya dia begitu menyesal atas kejadian yang menimpa wanita tersebut. “Ya Allah, maafkanlah dosa hamba-Mu yang hampir saja menghilangkan nyawa seorang wanita muslimah” pintanya dengan khusuk. Selesai salat aku langsung kembali ke ruang tunggu. Di sana aku melihat beberapa orang yang aku menurut dugaanku mereka adalah keluarga wanita itu. Mereka mulai menanyakan keadaan putrinya. Sang dokter pun menjelaskan bahwa wanita tersebut telah kehilangan banyak darah dan seandainya wanita itu tidak mendapatkan donor darah mungkin nyawanya tidak akan terselamatkan. “Berkat darah pemuda itulah putri Bapak dan Ibu bisa selamat (sambil menunjuk ke arahku). Aku pun hanya dapat tersenyum dan tidak bisa menghindar dari mereka. Mereka sangat berterima kasih kepadaku atas segala bantuan yang aku berikan. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Mereka juga mengundangku untuk makan malam setelah putri mereka sembuh. Selang beberapa hari setelah kesembuhan wanita itu, aku pun memenuhi undangan keluarganya.
Setelah sampai di rumah mereka. Aku dan kedua adikku dipersilahkan masuk dan  makan bersama. Selesai makan malam, kami pun berbincang-bincang di ruang tamu. Mulailah berbagai pertanyaan menyelimuti pikiranku. Mulailah kedua orang tua si wanita mengajukan berbagai pertanyaan kepadaku. Aku pun hanya bisa menelan ludah dan berharap semua akan baik-baik saja.
  “Begini nak ??”  “ Yusuf “ jawabku.
 “Begini nak Yusuf, sekali lagi kami mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan hati nak Yusuf. Dan kami ingin menyampaikan keinginan Annisa, putri kami.” Jelas mereka kepadaku.
“Maaf, kalau boleh tahu keinginan apa ya?” tanyaku heran.
“Sebenarnya Annisa menginginkan agar nak Yusuf berkenan menjadi pendampingnya” Jelas mereka. “Maksud Bapak Ibu pendamping apa?” tanyaku semakin heran.
“Annisa berkeinginan melanjutkan sekolahnya di Al-Azhar  Kairo, dan dia membutuhkan seorang suami yang akan mendampinginya nanti. Jadi apakah nak Yusuf berkenan menerima keinginan dari Annisa?” tanya mereka lagi kepadaku.
“Tapi, saya ini hanya laki-laki biasa yang tidak punya apa-apa. Lagi pula masih banyak pemuda lain yang jauh lebih baik dan pantas untuk putri Bapak dan Ibu.” Jawabku dengan malu.
“Nak Yusuf, Annisalah yang memilih nak Yusuf, bagi dia yang terpenting bukan pantas atau tidak. Allah tidak membeda-bedakan makhluk-Nya. Kita semua sama di hadapan-Nya jadi jangan menilai bahwa kita tidak punya apa-apa. Kita telah dikaruniai mata yang indah, tangan, dan kaki yang lengkap dan multifungsi, serta hati nurani untuk merasa perasaan suka dan duka. Dan mungkin perasaan suka inilah yang dirasakan Annisa kepada nak Yusuf.” Jelas mereka panjang lebar. Mendengar penjelasan mereka, rasanya aku tidak bisa menolaknya.
Dalam hati ku bertanya, “Ya Allah apakah ini ujian atau penghargaan dari-Mu untukku?”
”Mungkin saya juga merasakan hal sama dengan putri Bapak dan Ibu.” Jawabku pelan.
“Jadi, nak Yusuf mau menerimanya?” tanya mereka meyakinkan.
”Insya Allah, tapi saya tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk dijadikan mahar bagi Annisa.” Jawabku sedikit mengecewakan.
Secara tiba-tiba Annisa pun datang. “Maksud kamu apa, Suf ? tidak punya sesuatu yang berharga? bukannya kau sudah memberikannya kepadaku?” jawabnya.
“Memberikan apa?” tanyaku semakin bingung.
“Darahmu !!.” Jawabnya singkat. “Berkat darahmulah aku masih bisa berada di sini dan tentu saja atas izin Allah. “Darahmu itu lebih berharga dibandingkan dengan barang apapun di dunia ini sekalipun itu gunung emas. Darahmu telah mengalir dalam diriku, jadi kau bisa menjadikannya mahar untuk menikahiku.” Jawabnya.
“Apa”? jawab kami serempak tidak percaya mendengar ucapan Annisa, apalagi aku. Aku pun terdiam sejenak. Dalam hatiku sebenarnya aku juga menginginkannya. Sekilas kulihat wajah Annisa dan kedua orangtuanya begitu berharap aku menerimanya. Akhirnya, setelah berpikir cukup lama kuputuskan untuk menikahi Annisa dengan mahar berupa golongan darah AB yang telah aku donorkan untuknya. Mendengar jawabku, Annisa serta kedua orang tuanya pun begitu bahagia dan mengucap syukur Alhamdulillah. Tak terkecuali kedua adikku. Dan apa yang aku impikan menjadi kenyataan. Sekarang kehidupku menjadi lebih lengkap dengan kehadiran seorang istri shalihah, orang tua baru, serta kedua adikku. “Sungguh Allah Swt memang Maha Indah seindah-indahnya dan Maha Adil seadil-adilnya.   Sekian…    
(Lutfi Rismahani)  

upichoney@gmail.com    
http://luphoney.blogspot.com/  
lutfi.rismahani@ymail.com  

Minggu, 28 Oktober 2012

Memimpin adalah Mendengarkan


"Kepemimpinan bagi saya berarti tugas kehormatan dan negara. Itu berarti karakter dan itu berarti mendengarkan dari waktu ke waktu"
- George W. Bush

Dear Sahabat

  Senang membicarakan dirinya  sendiri dibandingkan mendengarkan.  Hanya orang-orang  berpengaruh yang memahami nilai luar biasa jadi pendengar yang baik. Seperti  yang dikatakan senator Amerika  Serikat, Lyndon B. Johnson, Anda tidak akan pernah belajar apa-apa jika Anda terus bicara. Kemampuan mendengarkan secara  cerdas merupakan kunci untuk dapat mempengaruhi orang lain.  Mendengarkan  memberikan manfaat dalam membangun hubungan, meningkatkan pengetahuan,  membangkitkan ide, membangun  loyalitas dan menunjukan rasa  hormat  kepada orang lain. 
Sekilas mendengarkan orang  lain  tampak hanya menguntungkan  mereka,  tetapi dengan menjadi  pendengar yang  baik, Anda sebenarnya menempatkan  diri pada posisi membantu diri  sendiri. Melalui mendengarkan, Anda  memiliki  kemampuan untuk mengembangkan  hubungan yang lebih kuat,  mengumpulkan informasi  berharga dan  meningkatkan pemahaman Anda mengenai  diri sendiri dan orang  lain. Herb Cohen, seorang negosiator  terbaik dunia mengatakan "Mendengarkan secara efektif membutuhkan lebih dari sekedar mendengarkan kata-kata yang disampaikan orang. Mendengarkan menuntut Anda menemukan makna dan pemahaman atas apa yang sedang dikatakan. Lagi pula, makna bukan terletak di dalam kata-kata, melainkan di dalam seseorang". Sahabat jadilah  pendengar baik, sebelum menjadi pembicara yang baik :-) 



Selasa, 23 Oktober 2012

Karakter & Kepemimpinan



Malam Sobat kali ini SAHABAT BLOG akan share seduah artikel yang berjudul Karakter & Kepemimpinan langsung aja Sekidot...:

"Kebanyakan orang mengatakan intelektualitaslah yang membuat seorang ilmuwan  hebat. Mereka salah, yang membuatnya hebat adalah karakter"
- Albert Einstein

Dear Sahabat,
Jenderal H. Norman Schwarzkopf pernah mengatakan, "Kepemimpinan adalah kombinasi yang sangat kuat dari strategi dan karakter. Namun jika harus memilih salah satunya, pilihlah karakter." Karakter dan kredibilitas selalu berjalan bersama. Kepemimpinan tanpa kredibilitas cepat atau lambat akan hancur. Lihat saja kepemimpinan yang diguncang oleh skandal korupsi, sex atau hak asasi manusia, seperti yang terjadi pada mantan presiden Amerika, Richard Nixon, Bill Clinton atau para petinggi perusahaan Enron yang memanipulasi data keuangannya. Karakter membuat kita dipercaya dan rasa percaya membuat kita bisa memimpin. Seorang pemimpin tidak pernah membuat komitmen kecuali ia melaksanakannya dan ia benar-benar melakukan segalanya untuk menunjukan integritas, sekalipun hal itu tidak nyaman baginya. Seorang pemimpin berkarakter kuat akan dipercayai banyak orang. Mereka mempercayai kemampuan pemimpin tersebut untuk mengeluarkan kemampuan mereka yang tertahan. Jika seorang pemimpin tidak memiliki karakter yang kuat, ia tidak mendapatkan respek dari pengikutnya. Respek diperlukan bagi sebuah kepemimpinan yang bertahan lama. Seorang pemimpin memperoleh respek dengan mengambil keputusan yang berani dan mengakui  kesalahannya. Ia juga lebih mendahulukan kepentingan terbaik pengikut dan organisasi dibandingkan kepentingan pribadinya. Kepercayaan adalah dasar kepemimpinan. Rusak kepercayaan, berakhir pulalah sebuah kepemimpinan.

Gimana Sobat, ditunggu nich komentarnya, hehe..10x, , ,

Senin, 15 Oktober 2012

Sikap Anda Adalah Aset Terpenting

Hay Sobat gmna kabarnya pasti baik kan, saya akan share sebuah artikel yang berjudul Sikap Anda Adalah Aset Terpenting silahkan di baca Sob, tapi jangan lupa beri komentar ya....

Kelemahan sikap menjadi kelemahan karakter - Albert Einstein

Dear Sahabat,
Sikap atau attitude Sobat adalah kendaraan untuk mencapai potensi Sobat sepenuhnya. Robert Hall International, sebuah perusahaan konsultan di San Francisco, meminta para vice president dan direktur-direktur sumber daya manusia dari 100 perusahaan terbesar di Amerika untuk menyebutkan satu alasan utama mereka memecat seorang pekerja. Jawabannya sangat menarik dan menggaris bawahi sikap dalam dunia bisnis :
  1.   Tidak kompeten : 30%
  2.   Ketidakmampuan bekerja sama dengan pekerja lain : 17%
  3.   Ketidakjujuran atau berdusta : 12%
  4.   Sikap negatif : 10%
  5.   Kurang motivasi : 7%
  6.   Kegagalan atau menolak mengikuti perintah : 7%
  7.   Alasan lain-lain: 8%
Walaupun peringkat satu adalah kompetensi, tetapi alasan terbanyak adalah masalah sikap (tidak jujur, negatif, kurang motivasi, dll). Selain itu, The Carnegie Institute menganalisis catatan 10.000 orang dan menyimpulkan bahwa 15% kesuksesan berkaitan dengan pelatihan teknis dan 85% selebihnya adalah masalah kepribadian dan sikap. Sikap kita menentukan apa yang kita lihat dan bagaimana kita menangani perasaan kita. Menurut John C. Maxwell, dua faktor ini sangat menentukan kesuksesan kita. Karena itu,  pastikan sikap Sobat menjadi aset terbesar Sobat, bukan kewajiban terbesar Sobat.

Selasa, 09 Oktober 2012

Harga Sebuah Perubahan



"Bukan yang paling kuat yang bisa bertahan hidup, bukan juga yang paling pintar. Yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan." 

- Charles Darwin Dear Sahabat yang mudah beradaptasi, Untuk bertumbuh, Sobat perlu melakukan perubahan. Suatu perubahan selalu menuntut pengorbanan Sobat. Baik itu keuangan, waktu, energi atau kreativitas. Kenyataannya, perubahan tanpa pengorbanan bukanlah perubahan yang sebenarnya! Sebagian orang ada yang menganggap perubahan adalah pertumbuhan, sebagian lagi ada yang beranggapan perubahan adalah penderitaan. Jika Sobat memandang perubahan itu sebagai pertumbuhan, apapun itu pengorbanannya walaupun membuat Sobat lebih sedikit menderita, ingat saja pada hasil akhirnya. Seekor ulat harus berjuang dalam kepompong sebelum menjadi kupu-kupu cantik. Sebuah mutiara pun dihasilkan dari pasir yang masuk ke dalam tubuh kerang yang halus. Untuk menghasilkan mutiara cantik yang berharga ini, sebuah kerang harus menahan sakit yang luar biasa. Jika Sobat ingin merombak keadaan yang telah mapan, pakar manajemen Tom Peters memberikan nasihatnya, "Jangan guncang perahunya. Tenggelamkan dan mulailah bangun yang baru." Kadang-kadang Sobat harus keluar dari zona aman dan memusnahkan yang lama untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan lebih baik. Jangan biarkan Sobat lumpuh oleh ide-ide perubahan. Beradaptasilah. Lihatlah sebagai peluang yang lebih menguntungkan.

Gimana kawand ditunggu komentarnya ya...